Most Viewed

Testimoni bisnis Ngonten aja bisnis yang lagi viral saat ini

🌐 🇮🇩 Indonesia 🇬🇧 English 🇲🇾 Melayu 🇸🇦 العربية (Arab) 🇨🇳 中文 (Mandarin) 🇯...

Tuesday, October 21, 2025

Tentang Kejujuran & Rasa Kemanusiaan - Renungan Sesi 4

 

Sumber: postingan Facebook | 21 Oktober 2025


Di tengah hiruk pikuk Kota Busan, Korea Selatan, seorang mahasiswi asal Sri Lanka mengalami mimpi buruk yang menjadi kenyataan. Setelah berbulan-bulan bekerja keras untuk mengumpulkan uang sebesar 1,13 juta Won (sekitar Rp13,5 juta), ia menyimpan uang itu di dalam amplop untuk membayar biaya kuliahnya. Namun, tak disangka, amplop itu tiba-tiba hilang di jalanan yang ramai.

Panik dan putus asa, ia segera melapor ke kantor polisi sambil menangis. Dengan tangan gemetar, ia mencoba menjelaskan masalahnya menggunakan aplikasi penerjemah di ponselnya. Temannya yang mendampingi hanya bisa mendengar, tak tahu harus berbuat apa. Waktu terasa berjalan sangat lambat — menit berganti jam, dan harapan pun perlahan memudar.

Lima jam kemudian, pintu kantor polisi terbuka. Seorang wanita berusia sekitar enam puluhan berjalan masuk, membawa sebuah amplop di tangannya. Namanya Jong Sun Ja .

“Saya menemukan ini di jalan,” katanya lembut. “Saya merasa siapa pun yang kehilangan ini pasti sangat sedih, jadi saya memutuskan untuk membawa ke sini.”

Saat amplop itu diserahkan, sang mahasiswi langsung menangis dan memeluk wanita tersebut. Air matanya bercampur rasa syukur yang dalam — antara lega, bahagia, dan tidak percaya bahwa di dunia yang sering dipenuhi ketamakan, masih ada orang yang memilih kejujuran di atas segalanya.

Ketika ditanya mengapa ia mengembalikan uang itu, Jong Sun Ja hanya tersenyum dan menjawab dengan rendah hati:

“Siapa pun akan melakukan hal yang sama.”

Namun kenyataannya, hanya sedikit orang yang benar-benar melakukannya.

Momen kecil itu bukan hanya menyelamatkan masa depan seorang pelajar, namun juga menghidupkan kembali keyakinan kita pada kemanusiaan. Di dunia yang sering kali dipenuhi keserakahan dan kekacauan, kisah seperti ini menjadi pengingat bahwa kebaikan masih ada — dan kejujuran, sekecil apa pun, dapat mengubah nasib seseorang.

Kalau saja di Indonesia ini lebih banyak orang seperti Jong Sun Ja — orang-orang yang tetap memilih kejujuran meski tidak ada yang melihat — mungkin dunia kita akan terasa jauh lebih damai. Tak perlu menjadi kaya atau terkenal untuk berbuat baik; cukup dengan kejujuran , seseorang bisa menjadi penyelamat bagi hidup orang lain.

Kisah ini mengingatkan kita bahwa kebaikan tidak pernah sia-sia. Setiap tindakan jujur ​​​​adalah benih kecil yang akan menumbuhkan kepercayaan, dan pada akhirnya menciptakan dunia yang lebih hangat dan penuh harapan.

“Kejujuran mungkin tidak selalu mudah, tapi selalu berarti — dan selalu meninggalkan jejak kebaikan.”

No comments:

Post a Comment